https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Aktivitas Gunung Semeru Meningkat: Pemkab Lumajang Perkuat Mitigasi di Tengah Status Level IV

Aktivitas Gunung Semeru meningkat. Pemkab Lumajang perkuat mitigasi dan imbau warga patuhi radius bahaya di tengah status Level IV Awas. Foto oleh PVMBG, Visual Gunung Semeru Jelas
banner 120x600
banner 468x60

Lumajang, Lokal Jawa — Aktivitas Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan pada periode pengamatan Minggu pagi (23/11/2025). Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan langkah mitigasi terus diperkuat secara terukur, sementara masyarakat diimbau tetap waspada dan berpegang pada informasi resmi di tengah status Level IV (Awas).

Laporan terbaru berasal dari Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM untuk periode 00.00–06.00 WIB. Kondisi cuaca tercatat mendung, dengan angin lemah mengarah ke barat laut. Semeru sempat terlihat jelas sebelum tertutup kabut tipis hingga tebal.

banner 325x300

Secara visual, petugas mengamati asap kawah bertekanan lemah hingga kuat, berwarna putih, dengan intensitas sedang hingga tinggi yang membumbung sekitar 1.000 meter dari puncak. Dalam periode yang sama, terjadi dua kali letusan dengan kolom asap putih tebal-kelabu setinggi 500–700 meter yang bergerak ke barat daya.

Dari aspek kegempaan, aktivitas internal gunung terbilang intens. Tercatat 36 gempa letusan, dua gempa guguran, dan lima gempa hembusan. Amplitudo serta durasi gempa memperlihatkan bahwa Semeru masih berada dalam fase erupsi aktif sehingga disiplin mitigasi menjadi keharusan.

PVMBG kembali menegaskan sterilnya radius 8 kilometer dari puncak Gunung Semeru dari segala bentuk aktivitas masyarakat. Sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 kilometer dari puncak juga menjadi zona paling berbahaya dan dilarang keras untuk dimasuki.

Bagi warga yang tinggal di luar zona tersebut, imbauan agar menjaga jarak minimal 500 meter dari sempadan sungai masih diberlakukan. Potensi ancaman berupa awan panas, guguran lava, dan aliran lahar dapat bergerak cepat mengikuti aliran sungai, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak sungainya.

Pemkab Lumajang menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus dioptimalkan untuk memastikan arus informasi resmi berjalan cepat dan mudah diakses publik. Setiap perkembangan aktivitas gunung akan diumumkan melalui kanal informasi pemerintah guna mencegah kesimpangsiuran data.

Dengan pemantauan lapangan yang diperbarui secara berkala, pemerintah berharap masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mematuhi rekomendasi keselamatan. Informasi akurat menjadi fondasi agar mitigasi berjalan efektif dan keselamatan warga tetap terjaga di tengah dinamika aktivitas Gunung Semeru.

Sumber : InfoPublik

banner 325x300