https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Batang Nusantara Expo 2025 Ditutup, Transaksi UMKM Tembus Rp1,8 Miliar

Batang Nusantara Expo 2025 mencatat transaksi UMKM Rp1,8 miliar. Cuaca hujan jadi tantangan, expo 2026 direncanakan digelar Agustus. foto: MC Batang
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Batang — Even Batang Nusantara Expo 2025 resmi ditutup oleh Wakil Bupati Batang, Suyono, bertepatan dengan malam pergantian tahun 2026 di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, Rabu (31/12/2025) malam. Penutupan digelar secara sederhana dengan doa bersama.

Selama empat hari pelaksanaan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Batang mencatat total transaksi UMKM mencapai Rp1,8 miliar. Capaian tersebut dinilai mendekati target yang telah ditetapkan, meskipun pelaksanaan expo diwarnai cuaca hujan hampir setiap hari.

banner 325x300

Wakil Bupati Suyono mengakui, faktor waktu pelaksanaan menjadi salah satu tantangan utama dalam pencapaian transaksi. Menurutnya, musim hujan cukup memengaruhi tingkat kunjungan dan daya beli masyarakat.

“Ke depan perlu strategi khusus, terutama pemilihan waktu yang lebih tepat. Tahun 2026 rencananya Batang Nusantara Expo akan digelar pada bulan Agustus bersamaan dengan rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan, sehingga suasana lebih meriah dan tidak terkendala musim hujan,” ujar Suyono.

Ia menilai capaian transaksi tahun ini tetap patut diapresiasi, mengingat kondisi cuaca yang kurang mendukung selama gelaran berlangsung.

Senada dengan itu, Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso, menyebut cuaca memang berpengaruh terhadap aktivitas transaksi. Namun, secara keseluruhan capaian Rp1,8 miliar dianggap cukup positif.

“Rinciannya, Rp1,4 miliar berasal dari transaksi UMKM di area dalam expo dan Rp400 juta dari transaksi UMKM luar daerah. Ini hasil sinergi pelaku UMKM, Koperasi Desa Merah Putih, hingga stan BUMN dan Kementerian Koperasi,” jelasnya.

Berkaca dari pelaksanaan tahun 2025, Disperindagkop berencana meningkatkan jumlah partisipasi UMKM hingga 100 stan pada gelaran berikutnya, dengan persiapan yang lebih matang dan tidak lagi dilaksanakan di akhir tahun.

“Persiapan tahun ini relatif singkat. Tahun depan harus lebih optimal, baik dari sisi waktu maupun konsep,” tegas Wahyu.

Sementara itu, Rohmah, salah satu koordinator UMKM binaan Disperindagkop, mengungkapkan bahwa selama empat hari pameran, omzet yang diraih pelaku UMKM berada di kisaran Rp7 juta. Angka tersebut menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang bisa mencapai Rp15 juta.

“Hampir setiap hari hujan, jadi jumlah pengunjung berkurang. Omzet harian sekitar Rp1,5 juta hingga Rp1,6 juta, bahkan malam ini hanya Rp600 ribu,” ujarnya.

Meski demikian, produk-produk UMKM tetap diminati pengunjung. Salah satu produk yang paling banyak dilirik adalah keripik tempe Mahatani, yang sudah dikenal luas oleh konsumen.

sumber: Infopublik.id

banner 325x300