Lokaljawam SLEMAN – Mengubah keterbatasan menjadi peluang, itulah yang dilakukan Rustiningsih, pelaku UMKM asal Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman. Lewat Rusty Craft, ia memulai usaha kreatif sejak 2007 dengan membuat boneka jari edukatif dan buku kain untuk balita. Kini, usahanya bertransformasi menjadi lini fashion ramah lingkungan bernama “Leres”.
Saat ditemui di workshop-nya pada Senin (7/7/2025), Rustiningsih mengenang masa kejayaan awal usahanya yang mendapat banyak pesanan dari PAUD, TK, hingga instansi pendidikan. Namun, pandemi Covid-19 memukul keras bisnisnya. Produksi yang sebelumnya mencapai 5.000 item per bulan sempat terhenti total.
Alih-alih menyerah, ia memilih berinovasi. Sejak 2021, Rustiningsih mulai menekuni teknik eco-print — metode mencetak motif kain dari daun-daunan alami. Dengan memanfaatkan lingkungan desanya yang hijau, ia memproduksi lebih dari 200 potong kain eco-print per bulan dengan merek “Leres”, berupa outer, gaun, jaket, jilbab, hingga aksesori fesyen.
Tak hanya itu, Rustiningsih juga membuka jasa penyewaan pakaian tradisional seperti kebaya dan beskap yang banyak dicari untuk wisuda, pernikahan, dan acara adat. Diversifikasi ini menjadi solusi jitu menjawab kebutuhan pasar yang berubah pasca-pandemi.
“Sekarang justru produk eco-print saya lebih berkembang. Alam desa ini mendukung proses produksi saya,” tuturnya.
Transformasi Rusty Craft menjadi bukti nyata bahwa tantangan bisa melahirkan inovasi. Keterbatasan bukan penghalang, justru pemicu kreativitas dan keberlanjutan usaha lokal.
Sumber: Infopublik.id
















