https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Densus 88 Bersama Pemkab Kulon Progo Perkuat Benteng Pelajar dari Radikalisme dan Judi Online

banner 120x600
banner 468x60

LokalJawa – Kulon Progo

Upaya pencegahan penyebaran paham radikal dan praktik judi online di kalangan pelajar terus diperkuat. Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) DIY Densus 88 AT Polri berkolaborasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kulon Progo menggelar talkshow sekaligus deklarasi anti judi online dan radikalisme, Selasa (23/12/2025).

banner 325x300

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Adikarta (Gedung Kaca), Kompleks Kantor Bupati Kulon Progo, diikuti sekitar 330 peserta. Mereka terdiri atas 140 Ketua OSIS dan 140 guru pendamping dari tingkat SMP/MTs serta SMA/SMK/MA se-Kabupaten Kulon Progo, bersama unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan terkait.
Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, A.Md, dalam sambutannya menegaskan bahwa tenaga pendidik memiliki peran strategis dalam membentengi pelajar dari pengaruh negatif dunia digital.

Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas media sosial siswa harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak terpapar paham radikal maupun terjerat praktik judi online. “Pelajar perlu dibekali ilmu, karakter, dan akhlak yang baik agar tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatgaswil DIY Densus 88 AT Polri mengungkapkan bahwa sasaran penyebaran paham radikal kini tidak lagi terbatas pada orang dewasa, tetapi mulai menyasar anak-anak dan remaja. Karena itu, langkah pencegahan sejak dini dinilai sangat penting.

Ia menjelaskan, penanggulangan terorisme tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan deradikalisasi dan edukasi masyarakat. Hasilnya, tren penangkapan teroris dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penurunan seiring masifnya kegiatan sosialisasi.
“Terorisme selalu berawal dari intoleransi. Oleh sebab itu, kami membuka ruang kerja sama dengan sekolah-sekolah yang ingin mengadakan sosialisasi pencegahan IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme),” tegasnya.

Dari sisi literasi keuangan dan keamanan digital, Pimpinan Cabang Bank BPD DIY Kulon Progo, Nur Afan Dwi Saputro, S.E., M.M., menyoroti bahwa judi online kerap memanfaatkan lemahnya kontrol diri serta rendahnya literasi digital generasi muda.
Ia menegaskan komitmen Bank BPD DIY dalam mendukung program anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme. Pelajar diimbau untuk berani memutus komunikasi dengan pihak ilegal serta mengelola keuangan secara bijak demi masa depan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRD Kulon Progo, Staf Ahli Bupati Bidang Politik dan Hukum, Kepala Kesbangpol Kulon Progo, serta perwakilan Polres, Kejaksaan, Kemenag, dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.
Melalui sinergi lintas sektor ini, seluruh pihak sepakat bahwa pencegahan radikalisme dan judi online akan lebih efektif jika dilakukan secara terpadu. Harapannya, lingkungan pendidikan di Kabupaten Kulon Progo dapat menjadi ruang aman bagi tumbuhnya generasi muda yang toleran, berkarakter, dan berdaya saing.

banner 325x300