https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

DPUPR Batang Tegaskan Proyek Trotoar Ahmad Yani untuk Penataan Kota, Bukan Atasi Banjir

DPUPR Batang tegaskan pembangunan trotoar Jalan Ahmad Yani adalah proyek penataan kota, bukan untuk mengatasi banjir, dan tetap koordinasi soal normalisasi saluran. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Batang, lokaljawa.com — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, Endro Suryono, menegaskan bahwa pembangunan trotoar di Jalan Ahmad Yani merupakan bagian dari proyek penataan kota, bukan program pengendalian banjir. Penjelasan ini disampaikan saat meninjau saluran sungai di kawasan tersebut pada Kamis (4/12/2025).

Endro menjelaskan bahwa trotoar dibangun untuk mengembalikan fungsi ruang jalan bagi pejalan kaki sekaligus menata ulang utilitas yang sebelumnya semrawut, seperti kabel Telkom dan fasilitas pendukung lainnya. “Pekerjaan ini adalah penataan kota, khususnya untuk pedestrian. Fungsi utamanya bukan untuk mengatasi banjir,” ujarnya.

banner 325x300

Ia menambahkan bahwa proyek ini tidak memasang boks culvert atau yudik seperti pada drainase primer karena fokus utamanya adalah estetika kota dan kenyamanan pejalan kaki. Drainase eksisting sebenarnya sudah tersedia, tetapi kondisinya mengalami pendangkalan akibat sedimentasi tanah dan lumpur.

Endro menegaskan bahwa genangan air yang kerap muncul di beberapa titik bukan dipicu proyek trotoar, melainkan karena kondisi saluran air yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Saluran tersebut dinilai sudah dangkal dan membutuhkan normalisasi. “Genangan bukan karena trotoar. Saluran provinsi ini sudah dangkal. Kami sudah berkoordinasi agar segera dilakukan normalisasi,” tegasnya.

Menurut perhitungannya, apabila saluran tersebut dinormalisasi, potensi banjir dapat berkurang hingga 60–70 persen, terutama pada puncak musim hujan. Selain mempercantik kawasan, pembangunan trotoar juga menata ulang kabel dan utilitas publik yang sebelumnya berserakan. Langkah ini dinilai penting untuk keamanan dan kerapian visual kawasan perkotaan.

“Tujuan utama proyek ini adalah penataan kota, bukan penanggulangan banjir. Namun bukan berarti kami lepas tangan terkait genangan air,” tambahnya.

Endro memastikan Pemkab Batang terus memantau kondisi saluran dan berkoordinasi intens dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar normalisasi segera dilakukan, terutama pada titik rawan genangan di Jalan A. Yani. Ia berharap proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, baik dari sisi estetika maupun kenyamanan pejalan kaki.

“Kami ingin solusi ini efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sumber : Infopublik

banner 325x300