https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Forum LLAJ Balangan Bahas Penataan Bundaran Paringin dan Kelengkapan Rambu Lalu Lintas

Forum LLAJ Balangan bahas penataan bundaran Paringin, kelengkapan rambu, dan rekayasa lalu lintas untuk meningkatkan keamanan jalan. Foto: Mc.balangan
banner 120x600
banner 468x60

Paringin, Lokal Jawa – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) kembali membahas penataan dan kelengkapan rambu lalu lintas di kawasan bundaran Kota Paringin. Rapat koordinasi yang berlangsung pada Selasa (18/11/2025) di Ruang Rapat Dinas Perhubungan Balangan ini menyoroti berbagai masukan masyarakat terkait desain bundaran dan kebutuhan rambu lalin di sekitarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Balangan, Musa Abdullah, menyampaikan bahwa sejumlah keluhan warga berfokus pada keberadaan bundaran yang dinilai belum sepenuhnya sesuai standar. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan Forum LLAJ dalam proses pembangunan agar desain bundaran benar-benar sesuai kondisi lapangan, baik dari ukuran maupun perlengkapan APILL.

banner 325x300

“Kami mengharapkan pembangunan bundaran ini melibatkan Tim Forum LLAJ guna memastikan bahwa standar pembangunan bundaran sesuai dengan kondisi di lapangan, baik itu ukuran bahkan kelengkapan APILL-nya,” ujarnya.

Kasat Lantas Polres Balangan, Iptu Rachmat Hidayat Nor, juga menekankan perlunya penyesuaian diameter bundaran dengan lebar ruas jalan. Menurutnya, fungsi bundaran harus optimal, terutama dalam memfasilitasi kendaraan yang hendak berputar balik.

“Idealnya kendaraan yang ingin putar balik harus melalui bundaran, sehingga pembangunannya nanti harus menyesuaikan dengan ruas jalan,” ujarnya.

Dari sisi teknis, Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Balangan, Rosma Hilda, menegaskan bahwa standar bundaran memiliki spesifikasi baku yang harus dipenuhi. Ia mengingatkan bahwa setiap rekayasa lalu lintas yang diterapkan perlu dibahas dan disepakati di tingkat Forum LLAJ.

“Kalau standar bundaran itu ada speknya,” ujarnya.

Perwakilan Dinas PUPR dan PUPR Perkim Balangan yang hadir dalam rapat menyampaikan bahwa bundaran Paringin tetap akan dipertahankan. Mereka menjelaskan rencana pembangunan bundaran berdiameter tiga meter yang nantinya akan kembali dikonsultasikan dengan Forum LLAJ agar pelaksanaan sesuai kebutuhan teknis di lapangan.

“Rencana pembangunan bundaran berdiameter tiga. Selanjutnya ke depan akan kami koordinasikan dengan bidang terkait agar pembangunan bundaran nantinya bisa melibatkan Tim Forum LLAJ guna meminta masukan,” ujarnya.

Selain fokus pada bundaran, forum juga menyoroti kondisi lalu lintas pasca dibukanya U-Turn di Komplek 25. Masih ditemukan pengendara yang belum memahami rambu “belok kiri jalan terus”, sehingga edukasi publik dinilai perlu diperkuat.

Rapat ini menjadi langkah penting dalam mematangkan penataan lalu lintas Kota Paringin agar lebih aman, tertib, dan sesuai standar rekayasa jalan.

Sumber : infoPublik

banner 325x300