Danurejan, Lokal Jawa – Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, pada Minggu (16/11/2025) menghadirkan konsep yang lebih dinamis. Tidak hanya menonjolkan sisi religius, kegiatan yang diinisiasi MWC NU Danurejan itu berkembang menjadi ruang publik yang menyatukan aktivitas sosial, kesehatan, dan pemberdayaan UMKM.
Sejak pagi, warga telah memenuhi area Jalan Hayam Wuruk, Tegalpanggung. Senam massal membuka acara dengan suasana penuh energi, disusul layanan cek kesehatan gratis yang langsung diserbu masyarakat. Di sepanjang jalan, lebih dari 30 stan UMKM memamerkan aneka produk makanan, kerajinan, dan kuliner khas.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, hadir memberikan apresiasi atas kreativitas panitia yang mampu menghadirkan perayaan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia menilai keberhasilan acara menjadi contoh kolaborasi warga dan organisasi masyarakat.
“MWC NU Danurejan sudah menunjukkan semangat luar biasa. Ke depan, saya berharap bisa berkolaborasi lebih besar lagi bersama NU tingkat kota agar perayaan seperti ini semakin hidup,” ujar Wawan.
Mantri Pamong Praja Danurejan, Bambang Endro Wibowo, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini memadukan olahraga, kesehatan, dan ekonomi untuk menjangkau lebih banyak warga. Menurutnya, konsep semacam ini membuat warga berpartisipasi dengan lebih antusias.
“Warga senang karena bisa olahraga, periksa kesehatan, dan sekaligus memborong produk UMKM lokal,” katanya.
Sementara itu, perwakilan MWC NU Danurejan, Muhammad, menyebutkan bahwa acara ini dirancang tidak hanya untuk merayakan Hari Santri, tetapi juga untuk menguatkan kepedulian sosial. Karena itu, penggalangan dana untuk Palestina menjadi bagian penting dari agenda.
“Kami ingin Hari Santri punya dampak sosial. Bukan hanya meriah, tapi juga memberi manfaat bagi sesama,” ujarnya.
Bagi pelaku UMKM, momentum ini memberikan peluang ekonomi yang signifikan. Salah satunya adalah Siti Nurhayati, penjual donat dan kue rumahan, yang mengaku omsetnya naik berkat keramaian warga.
“Sejak pagi sudah ramai. Banyak yang mampir setelah ikut senam atau periksa kesehatan. Acara seperti ini sangat membantu kami,” tuturnya.
Dengan penyelenggaraan yang kaya aktivitas dan menggandeng banyak pihak, Hari Santri 2025 di Danurejan tampil sebagai perayaan yang lebih terbuka, lebih hidup, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Sumber : warta.jogjakota.go.id
















