https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

HUT Ke-54 KORPRI: Zudan Arif Tegaskan Peran ASN sebagai Motor Pelayanan Publik dan Transformasi Digital

HUT Ke-54 KORPRI, Zudan Arif ajak ASN perkuat pelayanan publik, integritas, dan transformasi digital untuk wujudkan Indonesia Maju 2045. Foto: Mc.Jatim
banner 120x600
banner 468x60

Surabaya, lokaljawa.com – Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) memasuki usia ke-54 tahun dengan meneguhkan kembali peran strategis Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai penggerak pelayanan publik dan pilar pembangunan nasional. Pesan itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, melalui sambutan yang dibacakan Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Kominfo Jawa Timur, Achmad Fadlil Chusni, pada upacara peringatan HUT KORPRI ke-54 di Kantor Dinas Kominfo Jatim, Senin (1/12/2025).

Pada momentum ini, Zudan mengajak seluruh anggota KORPRI memperkuat pengabdian kepada bangsa melalui pelayanan yang tulus, profesional, dan berintegritas. Seruan ini selaras dengan tema tahun ini: Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Mewujudkan Indonesia Maju.

banner 325x300

Zudan menegaskan bahwa sejak berdiri pada 29 November 1971, KORPRI telah menjadi rumah besar ASN yang konsisten menjaga kualitas pelayanan publik dan memperkokoh birokrasi. “Seluruh anggota KORPRI telah bekerja keras melayani masyarakat dengan sepenuh jiwa, menjaga keutuhan pelayanan publik, dan menjadi kekuatan moral dalam perjalanan bangsa,” ujarnya.

Memasuki era digital, Zudan menekankan pentingnya kapasitas ASN dalam beradaptasi dengan teknologi. Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar tuntutan, tetapi keharusan untuk mempercepat pelayanan publik serta memperkuat transparansi pemerintahan. “ASN harus menjadi penggerak utama transformasi digital, bukan hanya pelaksana,” tegasnya.

Ia juga menyoroti lahirnya UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN sebagai tonggak modernisasi birokrasi sekaligus perlindungan profesi aparatur negara. Dengan tanggung jawab mengelola APBN sebesar Rp3.600 triliun dan APBD Rp1.300 triliun, ASN diminta bekerja profesional dan bebas intervensi politik agar target Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden dapat tercapai lebih cepat.

Dalam sambutannya, Zudan turut menyerukan pengamalan Delapan Tekad Kesiapsiagaan KORPRI, mulai dari memperkuat persatuan, menegakkan netralitas, meningkatkan profesionalisme, menjunjung integritas, hingga memastikan kesiapsiagaan bencana. Ia juga menekankan pentingnya mencegah kebocoran anggaran serta mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

KORPRI, tegasnya, harus mengawal reformasi birokrasi agar mampu menyelesaikan persoalan kemiskinan, pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan ASN dan pensiunan. “Jaga nama baik KORPRI dan ASN. Jadikan setiap langkah sebagai wujud pengabdian terbaik kepada bangsa,” kata Zudan.

Di akhir sambutan, ia mengajak seluruh ASN untuk terus berinovasi. “Dengan semangat bersatu dan berdaulat, KORPRI teguh berintegritas, profesional, menuju Indonesia Maju 2045. KORPRI setia hingga akhir,” pungkasnya.

Sumber : Infopublik

banner 325x300