https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Kemenperin Genjot Transformasi Industri 4.0 Lewat AI dan IoT, Siapkan SDM Jadi Pencipta Inovasi

Kemenperin dorong transformasi industri 4.0 lewat penerapan AI dan IoT. Fokus pada penguatan SDM agar Indonesia jadi pencipta inovasi digital. Foto : Dok Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta (11 November 2025), Lokaljawa – Dalam upaya mempercepat transformasi industri nasional menuju era Industri 4.0 berbasis inovasi dan teknologi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) di sektor manufaktur memiliki peran strategis dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing industri nasional.

banner 325x300

“Pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri menjadi faktor kunci dalam keberhasilan transformasi digital. Kami optimistis tenaga kerja Indonesia mampu menguasai kompetensi digital dan teknologi masa depan,” ujar Agus Gumiwang di Jakarta, Selasa (11/11).

Berdasarkan Global AI Index 2024 yang dirilis oleh Tortoise Media, Indonesia menempati peringkat ke-49 dari 83 negara, menandakan perlunya penguatan pada infrastruktur digital, pengembangan ekosistem AI, dan kebijakan kolaboratif lintas lembaga.

Sebagai langkah konkret, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Electrification AIoT Transformation 4.0 2025” pada Rabu (5/11) di Gedung Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI 4.0), Jakarta.

Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara Kemenperin, Indonesia Robotics Association (IRA), dan perusahaan teknologi global asal Singapura, Arrow Electronics, Inc., dengan melibatkan sekitar 100 peserta dari sektor robotika, semikonduktor, dan kendaraan listrik (EV).

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan, perkembangan teknologi robotika dan AIoT menjadi fokus utama dalam agenda Making Indonesia 4.0.

“Industri membutuhkan ekosistem yang kuat, mulai dari kesiapan teknologi, rantai pasok, hingga kapasitas SDM,” ujarnya.

Menurut Doddy, FGD ini menjadi momentum penting untuk menyusun arah transformasi industri yang memanfaatkan AIoT, sistem otomasi, sensor, serta rantai pasok semikonduktor, sehingga industri nasional mampu melakukan lompatan efisiensi dan produktivitas.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri, Sidik Herman, menambahkan bahwa kegiatan tersebut memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.

“Kami optimistis forum ini menghasilkan rekomendasi nyata untuk memperkuat ekosistem robotika, semikonduktor, dan EV di Indonesia,” katanya.

Dari pihak mitra internasional, Managing Director Arrow Electronics, Tak Chow, menegaskan dukungan perusahaannya terhadap transformasi industri Indonesia.

“Kami siap membantu perusahaan Indonesia melalui penyediaan teknologi dan solusi inovatif guna meningkatkan TKDN serta kemampuan adopsi teknologi AIoT,” jelasnya.

Selain membahas aspek teknologi, FGD ini juga menekankan pentingnya penguatan SDM industri agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar dan pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi global.

“Penguasaan AIoT dan teknologi digital lainnya akan menjadi kunci bagi SDM industri untuk menciptakan solusi cerdas berorientasi global dan berkelanjutan,” tutup Doddy Rahadi.

Sumber : Kemenperin

banner 325x300