https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Kementerian PKP Pastikan Program BSPS Rp20 Juta Bebas Pungli, Warga Semarang Antusias Bangun Rumah Layak

Program BSPS Rp20 juta dari Kementerian PKP dipastikan bebas pungli. Warga Semarang antusias membangun rumah layak dengan semangat gotong royong. (foto: dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PKP)
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, Lokaljawa — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menegaskan bahwa Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah senilai Rp20 juta untuk masyarakat berpenghasilan rendah berjalan tanpa pungutan liar (pungli). Program ini diharapkan mampu mempercepat pengentasan rumah tidak layak huni (RTLH) di Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa Program BSPS ini bebas pungli. Jangan sampai masyarakat kurang mampu yang mendapat bantuan malah terbebani pungutan dari pihak lain,” tegas Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel saat meninjau lokasi pembangunan BSPS di Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (5/11/2025).

banner 325x300

🧱 Ribuan Rumah Direhabilitasi, Lapangan Kerja Terbuka

Dalam peninjauan tersebut hadir pula Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati, Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri, serta perwakilan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa III.
Mereka berdialog langsung dengan penerima bantuan dan meninjau progres pembangunan di lapangan.

Berdasarkan data BP3KP Jawa III, total penerima BSPS di Kota Semarang mencapai 700 unit rumah yang tersebar di 13 kecamatan dan 30 kelurahan.
Di Kelurahan Patemon sendiri, 40 warga menerima bantuan masing-masing senilai Rp20 juta, yang disalurkan melalui Bank BRI sebagai bank penyalur.

“Program BSPS ini wujud nyata kehadiran pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam membantu masyarakat miskin agar memiliki rumah layak,” ujar Didyk.


🧰 Dorong Ekonomi Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati menjelaskan bahwa BSPS tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi lokal.

“Penerima bantuan memilih langsung toko bangunan melalui mekanisme Pemilihan Toko Terbuka (PTT) agar dana bisa dioptimalkan dan bahan bangunan tetap berkualitas,” jelas Sri.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini didukung oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) yang mendampingi masyarakat selama proses pembangunan.


🏡 Warga Antusias: ‘Program BSPS-nya Jos!’

Antusiasme warga penerima bantuan pun terlihat di lokasi. Sutrimo, warga Patemon, menerima bantuan Rp20 juta dan menambah dana swadaya Rp7 juta untuk membangun rumah orang tuanya.

“Terima kasih Pak Prabowo, Program BSPS-nya jos. Semoga terus dilanjutkan karena masih banyak warga yang butuh,” ujar anaknya, M. Sokeh.

Sementara itu, Siti Mutmainah, seorang buruh bangunan, mengaku terharu bisa memiliki rumah layak berkat BSPS.

“Saya senang dan nggak nyangka dapat bantuan ini. Doa saya, semoga Pak Prabowo sehat selalu dan programnya terus berjalan,” katanya.


🤝 Kolaborasi Pusat dan Daerah

Program BSPS menjadi bukti kolaborasi nyata antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Melalui prinsip swadaya dan gotong royong, program ini tak hanya membangun rumah, tapi juga membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

sumber : Infopublik

banner 325x300