https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Kementerian Sosial Salurkan Santunan Korban Banjir dan Longsor Sibolga 2025

Kemensos salurkan santunan korban banjir dan longsor Sibolga 2025, dukung warga terdampak dengan bantuan logistik dan hunian sementara. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

SIBOLGA, 22 Desember 2025, lokaljawa — Kementerian Sosial menyalurkan santunan bagi korban meninggal dunia dan luka-luka akibat banjir dan longsor yang melanda Kota Sibolga, Sumatera Utara. Santunan diberikan secara simbolik oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf Gus Ipul di kantor Wali Kota Sibolga, Minggu (21/12/2025).

Setiap ahli waris korban meninggal menerima santunan Rp15 juta, sedangkan korban luka-luka mendapatkan Rp5 juta. Berdasarkan asesmen bersama pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat 54 korban meninggal dunia yang telah diverifikasi untuk menerima santunan.

banner 325x300

“Kementerian Sosial adalah bagian dari tim penanggulangan bencana di bawah arahan Presiden Prabowo. Kami menyampaikan salam dan duka cita yang mendalam kepada para ahli waris,” ujar Gus Ipul. Ia menegaskan, pemerintah terus bekerja keras secara terpadu dengan pemerintah daerah mulai dari evakuasi, tanggap darurat, hingga pasca-bencana.

Selain santunan, Gus Ipul menyerahkan bantuan logistik kebencanaan senilai Rp1,2 miliar melalui Pemerintah Kota Sibolga. Pemerintah juga menyiapkan bantuan lanjutan, termasuk penyediaan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.

“Dari Kementerian Sosial akan disalurkan bantuan isian rumah Rp3 juta serta jaminan hidup selama 1–3 bulan, yang saat ini sedang diusulkan kenaikan nilainya. Ada pula bantuan pemulihan ekonomi sebesar Rp5 juta. Semua bantuan disalurkan setelah asesmen bersama Kemensos, pemerintah daerah, dan BNPB,” jelas Gus Ipul.

Sekretaris Daerah Kota Sibolga, Herman Suwito, menyampaikan banjir dan longsor yang melanda sejak 25 November 2025 telah merendam seluruh kecamatan. Dampaknya 54 orang meninggal, satu orang masih hilang, 61 luka-luka, 7.321 jiwa terdampak, dan 1.232 jiwa mengungsi. Kerusakan rumah warga meliputi 229 rumah rusak ringan, 82 rumah rusak sedang, dan 428 rumah rusak berat.

Proses pencarian korban hilang masih berlangsung dengan bantuan anjing pelacak, meski terkendala akses jalan yang sempit sehingga alat berat tidak bisa masuk. Pencarian dilakukan secara manual, dibantu mobil pemadam kebakaran.

Di tengah duka, kisah pilu datang dari Mela, siswi kelas 4 SD yang kehilangan enam anggota keluarganya akibat banjir dan longsor. Kini Mela tinggal bersama tantenya setelah orang tua dan kakak-kakaknya meninggal dunia.

Santunan dan bantuan yang diberikan diharapkan meringankan beban korban serta menjadi simbol kepedulian negara dalam penanganan bencana di Sibolga.

Sumber ;Kemensos

banner 325x300