https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Kementerian UMKM Dorong Program Kumitra: Wujudkan Kemitraan Adil dan Inklusif untuk Pengusaha Mikro

Kementerian UMKM luncurkan program Kumitra untuk perkuat kemitraan adil dan inklusif antara usaha mikro dan industri besar di seluruh Indonesia. Foto : Dok umkm.go.id
banner 120x600
banner 468x60

Jember, Jawa Timur, Lokaljawa.com — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat strategi pembangunan ekonomi inklusif melalui program Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra (Kumitra). Program ini menjadi langkah konkret dalam membuka akses kemitraan yang adil antara usaha mikro dengan usaha besar, BUMN, dan swasta.

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menegaskan pentingnya membangun hubungan bisnis yang saling menguatkan, bukan saling menguasai.

banner 325x300

“Mari kita bangun kemitraan yang sejajar, saling menguatkan, dan saling menumbuhkan. Dengan begitu, harapan kita untuk mewujudkan ekonomi Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berdaulat dapat tercapai,” ujar Helvi saat membuka kegiatan Kumitra di Kabupaten Jember, Senin (3/11).

Menurut Helvi, program Kumitra dirancang untuk memperluas lapangan kerja, memperkuat akses pasar, dan membuka rantai pasok yang lebih luas bagi pengusaha mikro. Program ini juga mendukung percepatan penghapusan kemiskinan, khususnya bagi kelompok rentan seperti pelaku usaha di desa, rumah tangga miskin, penyandang disabilitas, dan perempuan kepala keluarga.


Kemitraan Strategis untuk UMKM Naik Kelas

Wamen Helvi menjelaskan, usaha besar memiliki keunggulan dari sisi teknologi, pembiayaan, dan jaringan distribusi, sementara usaha mikro unggul dalam inovasi lokal dan adaptasi cepat terhadap pasar.
Sinergi antara keduanya, menurutnya, menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem usaha yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

“Program Kumitra merupakan strategi untuk membuka peluang usaha, memperkuat kapasitas pengusaha mikro, dan membantu mereka naik kelas agar terintegrasi dalam rantai pasok formal,” jelas Helvi.

Kementerian UMKM, lanjutnya, berkomitmen menghapus berbagai hambatan birokrasi dan memfasilitasi perjanjian kemitraan yang setara dan saling menguntungkan.


Dukungan Daerah dan Sinergi Nyata

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Kumitra di wilayahnya. Ia menilai, potensi UMKM Jember sangat besar dan beragam, mulai dari sektor pertanian, pangan, perikanan, pariwisata, hingga industri kreatif.

“Kami berterima kasih atas perhatian Kementerian UMKM melalui program Kumitra di Jember. Kami berharap para pengusaha UMKM dapat terkoneksi dengan ekosistem bisnis yang lebih besar,” ujar Fawait.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Letter of Intent (LoI) tentang Penguatan Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Klaster Pangan Kabupaten Jember.

Wamen Helvi juga turut melepas hasil panen edamame dan okra dari petani mitra kepada PT Mitratani Dua Tujuh, sebagai simbol nyata kolaborasi produktif antara pengusaha mikro dan industri besar.


Penutup

Melalui program Kumitra, Kementerian UMKM meneguhkan komitmen untuk menciptakan ekosistem bisnis yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Sinergi antara pelaku usaha kecil dan industri besar diharapkan menjadi fondasi kuat dalam memperkuat ekonomi rakyat dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara ekonomi.

sumber : umkm.go.id

banner 325x300