https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

MAN 2 Kota Malang Kirim 70 Siswa ke Malaysia & Jepang, Ikuti Ajang Internasional

MAN 2 Kota Malang kirim 70 siswa ke Malaysia & Jepang ikuti IGSN dan YJS. Delegasi siap berkompetisi, berjejaring, dan harumkan nama madrasah. foto: Dok Kemenag
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Malang – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang terus memperluas kiprah global melalui program Madrasah Menjelajah Dunia. Terbaru, sebanyak 70 siswa diberangkatkan untuk mengikuti dua ajang internasional sekaligus, yakni International Islamic Global School Network (IGSN) di Malaysia dan Japan Youth Summit (YJS) di Jepang.

Dari total delegasi, 38 siswa mengikuti IGSN di Malaysia, sementara 32 siswa lainnya berpartisipasi dalam YJS di Jepang. Menariknya, program ini juga diikuti siswa dari madrasah mitra, seperti MAN 2 Kudus, MAN 2 Bojonegoro, MAN 3 Pekanbaru, MAN 1 Pekanbaru, MTsN 2 Pekanbaru, hingga MA Nurul Huda Malang.

banner 325x300

Ketua Language Development Center (LDC) MAN 2 Kota Malang, Ahmad Thohir Yoga, menyebut ajang internasional ini penting sebagai sarana pengembangan diri sekaligus memperkuat jaringan global madrasah Indonesia.

“Kami ingin memperluas program unggulan MAN 2 Menjelajah Dunia (Madu Manja) menjadi MAN Indonesia Menjelajah Dunia (Mandi Madu). Dampaknya bukan hanya untuk MAN 2 Kota Malang, tapi juga madrasah lain di Indonesia,” ujarnya saat pelepasan delegasi di Auditorium Gedung Laboratorium Sains Terpadu, Kamis (2/10/2025).

Di Malaysia, siswa akan mengikuti lomba public speaking, tarannum (qiroah), hingga kompetisi vlog. Sementara di Japan Youth Summit 2025, delegasi Indonesia bakal berpartisipasi dalam kompetisi SDGs Based Innovation Project bersama peserta dari puluhan negara.

Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin, menegaskan pelepasan ini menjadi momen istimewa.

“Ini pelepasan terbesar, 70 siswa sekaligus. Selain kolaborasi, anak-anak juga akan ikut lomba, jadi harus benar-benar siap,” ujarnya memberi semangat.

Kepala Kemenag Kota Malang, KH Achmad Shampton, yang turut melepas delegasi, menekankan pentingnya membangun jejaring lintas negara.

“Dunia tanpa sekat. Melalui Mandi Madu, anak-anak madrasah bisa belajar, berjejaring, dan melihat dunia. Mereka generasi spesial yang harus memanfaatkan kesempatan ini,” pesannya.

Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dan pembekalan akhir. Diharapkan para siswa tak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga memperluas wawasan global serta mengharumkan nama madrasah di kancah internasional.

sumber: kemenag

banner 325x300