LokalJawa – Jakarta
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Republik Indonesia memberikan penghargaan Outstanding Public Service Innovation (OPSI) dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025 kepada Pemprov Kaltara atas keberhasilan meluncurkan inovasi SIBATIK.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PAN-RB RI kepada Gubernur Kalimantan Utara sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang inovatif, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Inovasi SIBATIK (Sistem Informasi Bullying Terintegrasi dan Interaktif) dinilai mampu menjadi solusi efektif dalam pencegahan dan penanganan kasus perundungan melalui pendekatan digital yang terintegrasi. Program ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, hingga masyarakat, sehingga menciptakan ekosistem perlindungan yang lebih responsif dan inklusif.
Menteri PAN-RB dalam sambutannya menegaskan bahwa inovasi pelayanan publik harus terus dikembangkan untuk menjawab tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Ia berharap inovasi SIBATIK dapat menjadi contoh dan direplikasi oleh daerah lain di Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh jajaran Pemprov Kaltara. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat kualitas pelayanan publik berbasis inovasi dan teknologi demi kesejahteraan masyarakat.
Ajang KIPP 2025 sendiri merupakan agenda tahunan KemenPAN-RB yang bertujuan mendorong lahirnya terobosan pelayanan publik dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
















