https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Musim Pancaroba, Dokter RSUD Kepohbaru Ingatkan Warga Jaga Daya Tahan Tubuh

Perubahan cuaca ekstrem di masa pancaroba kerap menjadi pemicu menurunnya daya tahan tubuh. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Kepohbaru, dr. Caesar Ahmad Tidel, Sp.PD, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penyakit yang mudah menyerang di masa transisi ini.

Dokter RSUD Kepohbaru imbau warga Bojonegoro waspada penyakit saat musim pancaroba dan jaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat. foto: aim
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Bojonegoto – Musim pancaroba menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan masyarakat. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Kepohbaru Bojonegoro, dr. Caesar Ahmad Tidel, Sp.PD, mengingatkan agar warga lebih peduli menjaga imunitas tubuh di tengah perubahan cuaca yang tak menentu.

Imbauan ini disampaikan Caesar saat menjadi narasumber program SAPA! (Selamat Pagi!) Malowopati FM, Jumat (24/10/2025). Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan berbagai penyakit yang sering muncul di masa transisi serta cara sederhana untuk mencegahnya.

banner 325x300

“Penyakit yang sering muncul saat pergantian musim biasanya berasal dari saluran pernapasan dan pencernaan, seperti batuk, diare, hingga demam berdarah,” jelasnya.
Menurutnya, gejala awal seperti bersin, batuk ringan, dan demam sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh terhadap penurunan daya tahan.

Caesar juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap demam berdarah (DBD). Ia menjelaskan bahwa penyakit ini memiliki pola khas yang perlu diwaspadai.
“Biasanya pasien mengalami demam satu sampai tiga hari, lalu merasa lebih baik di hari keempat hingga keenam. Justru di fase itulah kondisi bisa memburuk secara tiba-tiba,” tegasnya.

Ia menekankan agar masyarakat tidak menyepelekan gejala ringan dan segera berobat hingga tuntas ke fasilitas kesehatan. “Banyak yang merasa sudah sembuh padahal sedang memasuki fase kritis,” ujarnya.

Selain DBD, penyakit seperti diare dan infeksi tenggorokan juga rawan terjadi. Karena itu, Caesar mengimbau masyarakat menjaga kebersihan makanan serta memastikan konsumsi pangan yang aman dan layak.

Untuk menjaga imunitas, ia juga membagikan panduan pola makan seimbang.
“Idealnya, piring berisi seperempat karbohidrat, seperempat protein dan lemak, serta setengahnya sayur. Komposisi ini penting untuk menjaga daya tahan tubuh,” katanya.

Tak hanya pola makan, Caesar juga mengingatkan pentingnya gaya hidup sehat.
“Cukup olahraga ringan 5–10 menit setiap hari, berjemur sebelum pukul 09.00 pagi, dan minum minimal dua liter air putih per hari,” imbuhnya.

Ia menutup pesannya dengan menekankan pentingnya istirahat yang cukup sebagai faktor utama menjaga sistem kekebalan tubuh.
“Tubuh yang kurang istirahat lebih mudah terserang penyakit. Jadi tidur yang cukup adalah bagian penting dari menjaga kesehatan,” pungkasnya.

sumber: infopublik.id

banner 325x300