https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Pariwisata Hijau Jadi Fondasi Baru UMKM Indonesia: Kemenpar dan ILO Perkuat Transformasi Berkelanjutan

Pariwisata hijau jadi fondasi UMKM Indonesia. Kemenpar dan ILO dorong transformasi berkelanjutan lewat program nasional yang menjangkau lebih dari 900 UMKM. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, 5 Desember 2025, lokaljawa.com – Indonesia semakin serius mengakselerasi transisi menuju pariwisata hijau. Hal ini ditegaskan dalam Policy Forum on Green Tourism MSMEs yang digelar Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, yang memimpin forum tersebut, menegaskan bahwa pariwisata hijau bukan lagi sekadar tren global, melainkan kebutuhan fundamental bagi masa depan industri wisata Indonesia, terutama bagi pelaku UMKM.

banner 325x300

Menurut Widiyanti, UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional karena berperan penting dalam penciptaan lapangan kerja, penggerak ekonomi lokal, dan pelestari budaya di berbagai daerah. Transformasi pariwisata yang kini berlangsung, kata dia, menggeser fokus promosi dari sekadar atraksi menuju pendekatan berbasis nilai yang mengutamakan keberlanjutan.

Perubahan ini sejalan dengan RPJM 2025–2029 yang menekankan pengelolaan destinasi yang efektif, rantai pasok inklusif, penerapan prinsip Ekonomi Biru–Hijau–Sirkular (BGCE), pembangunan infrastruktur hijau, kompetensi SDM, hingga akses pembiayaan yang ramah lingkungan.

Widiyanti juga mendorong UMKM untuk mulai mengadopsi praktik bisnis hijau, mulai dari pengurangan jejak karbon hingga pelestarian keanekaragaman hayati dan penghormatan pada kearifan lokal. “Dengan transisi hijau, UMKM dapat tumbuh berkelanjutan dan menciptakan manfaat besar bagi masyarakat serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin pariwisata bertanggung jawab,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh. Ia menyampaikan bahwa ILO bersama berbagai badan PBB terus memperkuat kolaborasi untuk memperluas penerapan pariwisata hijau di Indonesia. Menurutnya, praktik ramah lingkungan tidak hanya penting untuk konservasi alam, tetapi juga meningkatkan daya saing, ketangguhan, dan inklusivitas sektor pariwisata.

“Pariwisata hijau adalah pendorong kuat pembangunan berkelanjutan. Dampaknya tidak hanya pada ekosistem wisata, tetapi juga pada perlindungan budaya dan mitigasi perubahan iklim,” ujarnya.

Kerja sama Kemenpar dan ILO dalam program Kemitraan Aksi untuk Ekonomi Hijau (PAGE) telah berlangsung sejak 2023. Program ini fokus mendorong UMKM agar mampu menerapkan model bisnis berkelanjutan melalui pelatihan, modul kewirausahaan, literasi keuangan, hingga penguatan kapasitas SDM lokal.

Hingga kini, program tersebut telah menghasilkan 19 pelatih tersertifikasi dan empat proyek percontohan di Jawa Tengah, DIY, Sumatra Utara, dan NTB yang memberi dampak langsung kepada 172 UMKM. Berkat keberhasilan tersebut, program diperluas ke 30 daerah dan telah menjangkau lebih dari 900 UMKM pariwisata di seluruh Indonesia.

Upaya bersama ini diharapkan memperkuat ekosistem pariwisata hijau sekaligus memastikan UMKM memiliki peran strategis dalam membangun masa depan industri wisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Sumber : kemenpar.go.id

banner 325x300