https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

PCTA Indonesia Serahkan Rumah Syukur di Gunungkidul, Wujud Gotong Royong Lintas Iman Peringati Hari Pahlawan

PCTA Indonesia menyerahkan Rumah Syukur di Gunungkidul sebagai aksi gotong royong lintas iman untuk memperingati Hari Pahlawan 2025. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

GUNUNGKIDUL, lokaljawa.com – Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA Indonesia) menyerahkan rehabilitasi Rumah Syukur kepada Wastini, warga Dusun Ngunut RT 1 RW 1, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Senin (15/12/2025). Penyerahan rumah layak huni ini menjadi bagian dari tasyakuran memperingati Hari Pahlawan 10 November 2025 sekaligus wujud nyata kepedulian sosial lintas iman.

Ketua DPD PCTA Yogyakarta, Dwi Nuryanto, menyampaikan bahwa Rumah Syukur merupakan simbol rasa syukur atas jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa. Nama Rumah Syukur dipilih agar penerima dapat merasakan manfaat dan keberkahan dari rumah yang kini lebih layak dan aman untuk ditinggali.

banner 325x300

Rehabilitasi rumah dilakukan selama 15 hari dengan total anggaran sebesar Rp62 juta yang mencakup kebutuhan material, tenaga kerja, dan konsumsi. Seluruh biaya pembangunan bersumber dari swadaya anggota PCTA Indonesia tanpa melibatkan bantuan dari pihak mana pun, baik politik, negara, maupun korporasi.

Selain di Dusun Ngunut, PCTA Indonesia juga merencanakan pembangunan dua unit Rumah Syukur lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2025, masing-masing berlokasi di wilayah Wonosari, Gunungkidul, dan Kabupaten Sleman. Program ini menjadi bagian dari komitmen PCTA dalam memperluas dampak sosial berbasis kebangsaan.

Sekretaris Jenderal DPP PCTA Indonesia, Ismu Samsudin, menegaskan bahwa PCTA merupakan organisasi kebangsaan yang mempersatukan warga negara dari berbagai latar belakang suku, agama, dan ras dalam semangat cinta tanah air. Dalam proses pembangunan Rumah Syukur, keterlibatan lintas agama seperti Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu menjadi bukti nyata bahwa nilai gotong royong masih hidup dan relevan.

Menurut Ismu, pembangunan Rumah Syukur tidak sekadar menghadirkan hunian layak, tetapi juga menjadi upaya menjaga jati diri bangsa melalui solidaritas dan kerja bersama tanpa memandang perbedaan.

Acara penyerahan rumah turut dihadiri Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa peringatan Hari Pahlawan adalah momentum untuk meneladani nilai perjuangan yang tidak hanya berwujud keberanian, tetapi juga persatuan dan toleransi antarumat beragama. Ia membandingkan perjuangan masa lalu yang mengangkat senjata dengan aksi kemanusiaan hari ini yang mengangkat batu dan peralatan bangunan demi menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Bupati Endah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PCTA Indonesia atas kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap Rumah Syukur ini membawa rasa aman, keberkahan, dan harapan baru bagi Wastini dan keluarganya. Acara kemudian ditutup dengan pemotongan pita dan penyerahan kunci rumah kepada penerima.

Sumber : gunungkidulkab.go.id

banner 325x300