https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Pemda Maluku Tenggara Perkuat Pendidikan Kebidanan Lewat Kerja Sama dengan Poltekkes Makassar

Pemda Maluku Tenggara perkuat sektor kesehatan dengan meningkatkan pendidikan profesi bidan melalui kerja sama strategis dengan Poltekkes Kemenkes Makassar.Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Langgur, lokaljawa.com — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemda Malra) terus memperkuat sektor kesehatan melalui kerja sama strategis dengan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Makassar. Fokus kolaborasi ini adalah peningkatan kualitas tenaga kebidanan yang bertugas di wilayah Terpencil, Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).

Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Wisuda dan Angkat Sumpah Ahli Madya, Sarjana Terapan, dan Profesi Poltekkes Kemenkes Makassar Tahun 2025 pada Selasa (2/12/2025). Ia menegaskan bahwa para bidan yang baru menyelesaikan pendidikan profesi siap menerapkan pendekatan ilmiah dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

banner 325x300

“Salah satunya penurunan angka stunting dalam beberapa tahun terakhir, penanganan kasus gizi buruk, konsultasi laktasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara lebih intensif. Ini sangat penting untuk memastikan ibu hamil, bayi, dan balita mendapat pelayanan terbaik, meski berada di pulau kecil yang sulit dijangkau,” ujar Thaher.

Dengan kondisi geografis Maluku Tenggara yang terdiri dari banyak pulau kecil, ketersediaan tenaga kesehatan yang kompeten menjadi kebutuhan mendesak. Para bidan yang telah menamatkan pendidikan profesi kini siap kembali mengabdi di ohoi (desa) masing-masing, membawa ilmu terbaru dan pendekatan pelayanan yang lebih modern.

Selain meningkatkan kemampuan klinis, gelar profesi yang mereka raih juga meningkatkan kapasitas bidan dalam aspek manajerial, pengambilan keputusan pada situasi kegawatdaruratan obstetri, hingga penguatan peran sebagai pendamping keluarga.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan SDM kesehatan, Pemda Malra mengalokasikan APBD untuk membiayai pendidikan lanjutan para bidan. Tahun ini, sebanyak 95 bidan asal Maluku Tenggara berhasil menyelesaikan pendidikan profesi dan resmi diwisuda.

“Kami bangga, karena 95 bidan dari Malra hari ini resmi menjadi tenaga profesional. Ini bukan hanya pencapaian pribadi mereka, tetapi aset besar daerah. Kehadiran mereka di ohoi-ohoi dan pulau-pulau kecil akan memperkuat sistem pelayanan kesehatan kita,” kata Thaher.

Pemda Malra memandang pembangunan SDM kesehatan sebagai investasi jangka panjang yang sangat penting, terutama di wilayah kepulauan. Tenaga bidan merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak serta ujung tombak peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Ke depan, Pemda Malra berharap kolaborasi dengan Poltekkes Kemenkes Makassar terus berlanjut sehingga lebih banyak tenaga kesehatan dapat melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kompetensi.

“Dengan kesinambungan kerja sama ini, kami optimis Maluku Tenggara mampu memperkuat kualitas pelayanannya dan memastikan semua masyarakat di Pulau Kei Kecil dan Pulau Kei Besar mendapat layanan kesehatan yang bermutu,” ujar Thaher.

Sumber : Infopublik

banner 325x300