https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Pemkot Yogyakarta Dorong Kolaborasi Pariwisata dan Pembukaan Direct Flight Baru ke YIA

Pemkot Yogyakarta dorong kolaborasi pariwisata dan pembukaan direct flight baru menuju YIA untuk memperkuat ekosistem pariwisata 2025. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

GONDOKUSUMAN, lokaljawa.com – Upaya memperkuat ekosistem pariwisata Kota Yogyakarta terus digencarkan. Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong kolaborasi lintas sektor melalui Focus Group Discussion (FGD) Asosiasi Pariwisata Tahun 2025 yang digelar di Hotel Kimaya, Kamis (4/12/2025). Forum ini membahas peningkatan kualitas pariwisata hingga peluang pembukaan penerbangan langsung (direct flight) menuju Yogyakarta International Airport (YIA).

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Cesaria Eka Yulianti, memaparkan bahwa pergerakan wisatawan hingga Oktober 2025 mencapai 8.867.790 orang, dengan rata-rata lama tinggal 1,77 hari dan belanja wisatawan rata-rata Rp 2.465.666. Data tersebut menunjukkan Yogyakarta tetap menjadi destinasi unggulan wisatawan domestik maupun mancanegara.

banner 325x300

“Industri pariwisata harus semakin adaptif dan inovatif dalam menghadapi kompetisi antar destinasi. Salah satu fokusnya adalah membuka lebih banyak direct flight dari berbagai wilayah Indonesia dan negara lain. Peluang kerja sama juga terbuka melalui rute Haikou–YIA oleh Hainan Airlines yang kini turut dimanfaatkan jamaah umrah sebagai jalur transit,” jelas Cesaria.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan komitmen Pemkot dalam meningkatkan kualitas pariwisata, memperbaiki layanan, dan memperkuat jejaring antar pemangku kepentingan.
“Kami ingin menerima masukan dari semua pihak. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah pusat, antarkabupaten/kota, hingga pelaku industri pariwisata sangat diperlukan,” ujarnya.

Wawan juga menyoroti potensi besar wisatawan mancanegara dari India dan Tiongkok.
“Pasar wisata dari India dan Tiongkok harus kita tangkap. Kita perlu menyiapkan strategi dan layanan yang membuat mereka semakin tertarik datang ke Yogyakarta,” tambahnya.

Diskusi berlangsung dinamis, membahas peluang pembukaan rute baru, peningkatan aksesibilitas destinasi, hingga penguatan ekosistem pariwisata. Wawan menekankan bahwa kolaborasi pentahelix—pemerintah, asosiasi, maskapai, akademisi, dan pelaku industri—menjadi kunci pariwisata yang berkelanjutan.

Sementara itu, General Manager YIA, Ruly Artha, menegaskan bahwa pengembangan rute penerbangan membutuhkan dukungan menyeluruh.
“Pemerintah daerah perlu memperkuat branding Yogyakarta sebagai destinasi kelas dunia dan memastikan infrastruktur pendukung seperti last mile connectivity. Asosiasi dan pelaku pariwisata juga harus bersinergi dalam membangun paket wisata kompetitif bersama hotel, agen perjalanan, dan maskapai,” jelasnya.

Ruly menambahkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi aktif dengan maskapai domestik dan internasional untuk membuka lebih banyak konektivitas menuju YIA.

FGD ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata global yang terakses, berkualitas, dan berkelanjutan.

Sumber : warta.jogjakota.go.id

banner 325x300