https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Probolinggo Dorong Ekonomi Sirkular untuk Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Probolinggo perkuat ketahanan pangan lewat ekonomi sirkular dengan melibatkan akademisi dan pelaku usaha untuk membangun sistem pangan efisien dan berkelanjutan. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Mayangan, Lokal Jawa — Pemerintah Kota Probolinggo menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan melalui penerapan ekonomi sirkular. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Seminar Ekonomi Sirkular yang digelar Bapperinda, Rabu (19/11/2025), di Ruang Majapahit Bale Hinggil Resto dan Ballroom. Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama jajaran pimpinan perangkat daerah.

Seminar menghadirkan akademisi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Nur Baladina, yang memaparkan konsep dasar ekonomi sirkular, manfaat implementasinya di sektor pertanian dan pangan, serta tantangan bagi para pelaku usaha. Pemkot menilai pendekatan ini sebagai strategi penting untuk membangun sistem pangan yang efisien, minim limbah, dan bernilai tambah.

banner 325x300

Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bapperinda, Retno Ambarwati, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan masyarakat tentang praktik ekonomi sirkular sekaligus memetakan sejauh mana model tersebut telah diterapkan oleh petani, pelaku usaha, dan komunitas pangan lokal.
“Seminar ini menjadi sarana penting untuk melihat sejauh mana praktik ekonomi sirkular sudah diterapkan, sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin inovatif dan berkelanjutan dalam menjalankan usaha,” ujarnya.

Dalam arahannya, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa ekonomi sirkular adalah paradigma pembangunan ekonomi modern yang kini didorong pemerintah pusat maupun daerah. Ia menekankan pentingnya proses produksi yang meminimalkan limbah.
“Kita ingin tidak ada lagi sisa usaha yang terbuang. Semuanya harus bisa kembali dimanfaatkan,” tegasnya.

Wali Kota juga menekankan peran petani milenial dalam mengubah limbah pertanian menjadi pupuk organik sebagai upaya memperkuat rantai pangan berkelanjutan. Inovasi dinilai menjadi kunci penguatan ekosistem pangan lokal.

Selain itu, ia menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pasar utama bagi produk warga. Ia juga menekankan peran Koperasi Merah Putih yang memberikan layanan pinjaman dana bergulir hingga Rp5 juta bagi pelaku usaha ber-NIB untuk mendorong ekonomi kerakyatan.
“Prinsip bisnis sederhana, apa yang kita lakukan harus ada pasarnya. Dengan kolaborasi pemerintah dan masyarakat, potensi Kota Probolinggo bisa menjadi kekuatan besar menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Seminar diikuti 72 peserta, meliputi perangkat daerah, Ketua TP-PKK kecamatan, petani milenial, kelompok P2L, peternak, kelompok nelayan, pembudidaya ikan, Poklahsar, serta pelaku industri. Kehadiran lintas pelaku pangan menjadi indikasi bahwa ekonomi sirkular semakin dipandang penting sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Melalui penguatan pengetahuan dan kolaborasi multipihak, Pemkot Probolinggo menargetkan praktik ekonomi sirkular dapat berjalan lebih sistematis sebagai bagian dari ketahanan pangan kota dan transformasi ekonomi jangka panjang.

Sumber : infoPublik

banner 325x300