https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Semarang Bebas Guru Honorer 2026: Transformasi Besar Menuju Sistem Pendidikan Lebih Layak

Semarang pastikan bebas guru honorer mulai 2026. Semua guru beralih menjadi PPPK dengan pelantikan 400 guru akhir 2025. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

SEMARANG, lokaljawa.com – Kota Semarang memasuki babak baru dalam reformasi pendidikan. Pemerintah Kota Semarang memastikan bahwa mulai tahun 2026 tidak ada lagi guru berstatus honorer. Seluruh guru honorer akan dialihkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), bagian dari upaya besar pemerintah meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus kualitas layanan pendidikan.

Kepastian ini disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional yang berlangsung di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Selasa (26/11). Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menyediakan sistem ketenagakerjaan yang lebih adil bagi seluruh guru.

banner 325x300

“Kita bersyukur, guru honorer mulai tahun 2026 sudah tidak ada lagi. Seluruhnya kami angkat menjadi PPPK penuh waktu maupun paruh waktu,” kata Agustina.

Standarisasi Guru Demi Mutu Pendidikan

Wali kota menjelaskan bahwa setiap guru yang diangkat menjadi ASN melalui skema PPPK wajib memiliki sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kewajiban ini menjadi syarat mutlak demi memastikan guru memiliki kompetensi yang sesuai standar nasional.

“Ini bagian dari upaya memastikan anak didik dibimbing oleh guru yang terstandarisasi secara nasional,” jelasnya.

Akselerasi Pengangkatan 400 Guru Akhir 2025

Pemkot Semarang bergerak cepat untuk menyelesaikan pemetaan kebutuhan guru. Sekitar 400 guru honorer akan dilantik sebagai PPPK pada akhir Desember 2025, dan seluruhnya langsung mulai bertugas pada 1 Januari 2026.

“Dengan tambahan 400 guru di awal tahun nanti, kebutuhan guru di Kota Semarang sudah terpenuhi seluruhnya,” ujar Agustina.

Langkah ini sekaligus menghapus status-status nonpermanen seperti guru bantu, guru honorer, dan guru outsourcing. Proses penataan jabatan kepala sekolah pun terus berjalan melalui pendidikan dan pelatihan (diklat).

Apresiasi untuk Guru & Dorongan Mengajar Lebih Kekinian

Di hadapan ribuan guru anggota PGRI, Wali Kota menyampaikan penghargaan atas dedikasi para pendidik yang telah mencetak generasi muda Kota Semarang. Ia mendorong guru untuk lebih adaptif dalam metode pengajaran agar sesuai dengan generasi yang tumbuh di era digital.

“Pola pengajaran harus berubah. Guru perlu lebih dekat dengan murid agar bisa memahami mereka. Jangan lagi konvensional atau top down,” tegasnya.

Perayaan Hari Guru Nasional di Kota Semarang menjadi momentum penting yang menandai kuatnya komitmen pemerintah dan komunitas pendidik dalam mendorong pendidikan yang maju, relevan, dan manusiawi.

banner 325x300