https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

SMAN 72 Jakarta Pulih Pascainsiden Ledakan, Pembelajaran Beralih Daring dan Dukungan Psikologis Diperkuat

SMAN 72 Jakarta pulih pascaledakan. Pembelajaran daring dan pendampingan psikologis dilakukan untuk pulihkan semangat belajar siswa. (Foto: Dok Kemendikdasmen)
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, Lokaljawa — Kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta berangsur pulih setelah insiden ledakan yang terjadi pada Jumat (7/11/2025). Untuk sementara, pembelajaran dilakukan secara daring disertai dengan dukungan psikososial berbasis Psychological First Aid (PFA) bagi siswa, guru, dan orang tua.

Program pendampingan ini melibatkan 56 psikolog profesional dari berbagai lembaga, seperti Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Psikolog Polri, Dinas PPAPP, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. HIMPSI menjadi mitra utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam program pemulihan psikososial pascabencana di lingkungan sekolah.

banner 325x300

Fokus Pemulihan dan Pencegahan Trauma

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa pendampingan psikososial bertujuan untuk menghilangkan trauma dan memulihkan semangat belajar warga sekolah. Berdasarkan data Sekretariat Nasional Sekolah Pendidikan Aman Bencana (SPAB) per Senin (10/11/2025), lingkungan sekolah dinyatakan sudah kondusif dan area yang terdampak telah diperbaiki.

“Masjid yang menjadi lokasi kejadian sudah direnovasi, dindingnya dicat ulang, dan karpet baru telah diganti,” jelas Suharti.

Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa 589 siswa dan guru berada dalam kondisi aman secara fisik dan mental. HIMPSI merekomendasikan tiga langkah tindak lanjut:

  1. Pelatihan guru untuk memiliki keterampilan pendampingan psikososial jangka panjang.

  2. Pendampingan lanjutan setelah satu minggu masa penanganan darurat.

  3. Pembelajaran daring sementara hingga situasi benar-benar pulih.

Pendampingan Psikologis dan Aktivitas Pemulihan

Pendampingan dilakukan oleh tim KRESNA HIMPSI menggunakan metode Psychological First Aid yang berfokus pada penurunan trauma, peningkatan rasa aman, dan pemulihan semangat belajar.

“Kami lebih dapat mengendalikan emosi kami saat ini. Terima kasih atas materi pemulihan mental yang telah diberikan,” ujar Raya Putri Lestari, siswi kelas XI-E SMAN 72 Jakarta.

Kegiatan dilakukan per kelas dengan fasilitator dan observer melalui tahapan orientasi dan klarifikasi fakta, normalisasi dan psikoedukasi, serta dukungan dan refleksi (coping sharing).

Menurut Lim Swie Hok dari tim KRESNA HIMPSI, aktivitas seperti relaksasi dan visualisasi alam membantu menurunkan ketegangan.

“Tujuannya adalah menstabilkan kondisi psikologis para penyintas dan mengembalikan rasa aman yang sempat hilang,” ujarnya.

Langkah Keamanan dan Monitoring Sekolah

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 38/SE/2025 tentang Peningkatan Kewaspadaan Keamanan di Satuan Pendidikan. Surat ini menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban sekolah.

“Mulai 10 November, pembelajaran di SMAN 72 Jakarta dilaksanakan secara daring hingga sekolah dinyatakan aman digunakan kembali,” tegas Nahdiana.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kemendikdasmen terus melakukan monitoring dan pemulihan psikososial secara berkala agar warga sekolah dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu dekat.

Sumber : Infopublik

banner 325x300