Morowali, lokaljawa.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Morowali memperkuat Universal Health Coverage (UHC) terus berlanjut. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Forum Komunikasi Tingkat Kabupaten Morowali Tahap II Tahun 2025 yang dipimpin Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, di Ruang Rapat Kantor Bupati Morowali, Selasa (25/11/2025).
Rapat yang dihadiri Pemerintah Daerah, BPJS Kesehatan Cabang Luwuk, Ketua Komisi I DPRD Morowali Ahmad Effendi, serta jajaran organisasi perangkat daerah itu membahas peningkatan layanan kesehatan dan perluasan kepesertaan Program JKN-KIS.
Wakil Bupati Iriane menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir, sekaligus menegaskan pentingnya evaluasi layanan kesehatan menjelang akhir tahun anggaran. Ia menyoroti masih banyaknya warga yang kesulitan mengaktifkan BPJS akibat tunggakan iuran.
“Masih banyak masyarakat kita yang kesulitan mengaktifkan BPJS karena tunggakan. Mereka butuh layanan cepat saat sakit, bukan menunggu lama karena urusan administrasi. Saya minta BPJS memberikan kebijakan yang memudahkan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Iriane menyoroti berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit, mulai dari ketersediaan obat hingga proses administrasi yang dinilai belum efisien. Ia menegaskan bahwa pelayanan pasien harus menjadi prioritas utama.
Wabup juga meminta BPJS, rumah sakit, dan Komisi I DPRD Morowali untuk duduk bersama merumuskan konsep pelayanan yang lebih efektif demi meningkatkan mutu layanan dan cakupan kepesertaan JKN-KIS.
“Saya minta agar koordinasi diperkuat, baik antara BPJS, rumah sakit, maupun pemerintah daerah. Semua harus satu suara untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Morowali,” tegasnya.
Rapat ditutup dengan pemaparan BPJS Kesehatan Cabang Luwuk serta diskusi bersama OPD terkait untuk memastikan pelaksanaan UHC JKN-KIS dapat berjalan maksimal pada 2025.
Sumber : InfoPublik
















