https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Wamen Ekraf Irene Umar Kunjungi Smesco, Perkuat Ruang Kreatif dan Kolaborasi untuk UMKM Naik Kelas

Wamen Ekraf Irene Umar mengunjungi Gedung Smesco untuk memperkuat ruang kreatif dan kolaborasi strategis guna mendorong UMKM dan ekonomi kreatif naik kelas. Foto : Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, 13 Desember 2025, lokaljawa.com – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional dengan mengoptimalkan ruang-ruang kreatif yang sudah ada. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui visitasi Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, ke Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Visitasi ini menjadi bagian dari upaya Kemenekraf untuk memastikan ruang kreatif tidak hanya hadir sebagai fasilitas fisik, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pengembangan talenta, inovasi, dan jejaring bagi para pegiat ekonomi kreatif. Irene menegaskan bahwa ruang seperti Smesco memiliki peran strategis sebagai rumah bersama bagi para pejuang ekonomi kreatif.

banner 325x300

“Ruang seperti Smesco ini harus mampu menjadi rumah bagi pejuang ekraf. Tempat di mana mereka bisa berkarya, berlatih, sekaligus mengembangkan diri. Aktivasi ruang kreatif bukan sekadar fasilitas, tetapi bentuk keberpihakan negara pada talenta kreatif,” ujar Irene Umar.

Menurut Irene, visitasi tersebut juga merupakan bagian dari pelaksanaan program Infrastruktur Ekonomi Kreatif (Infra Ekraf) yang termasuk dalam delapan klaster Asta Ekraf. Program ini dirancang untuk menghadirkan ruang yang lebih adaptif dan inklusif bagi talenta kreatif, baik di daerah maupun di pusat aktivitas ekonomi kreatif seperti Smesco.

Selain itu, Kemenekraf menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Smesco sebagai langkah awal memperluas dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif. Fokus kolaborasi mencakup penyediaan akses ruang, program pembinaan berkelanjutan, hingga peluang komersialisasi produk kreatif.

“Kami ingin memastikan bahwa ekosistem kreatif tumbuh dengan dukungan nyata. Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci untuk memperkuat pondasi tersebut,” jelas Irene.

Kementerian Ekraf juga menilai bahwa optimalisasi infrastruktur yang telah tersedia sangat penting agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku ekonomi kreatif. Ruang kreatif diposisikan tidak hanya sebagai tempat berkegiatan, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ide, inovasi, dan kolaborasi antar komunitas.

Data Smesco menunjukkan bahwa dari total 103.322 UMKM yang terdaftar, sebanyak 96.473 atau sekitar 93 persen merupakan pengusaha mikro. Sementara itu, pengusaha kecil tercatat sebanyak 6.269 atau 6 persen. Kondisi ini menunjukkan peluang besar untuk mendorong UMKM naik kelas melalui akses pasar, pelatihan, dan pembiayaan yang lebih terarah.

Di sisi lain, usaha menengah tercatat sebanyak 580 unit atau sekitar 1 persen dari total UMKM. Meski jumlahnya relatif kecil, sektor ini dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat rantai pasok nasional dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.

Melalui penjajakan kolaborasi dalam aktivasi ruang kreatif di Smesco, Kementerian Ekraf bersama Kementerian UMKM menegaskan komitmen menghadirkan dukungan konkret bagi pegiat ekonomi kreatif. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat kapasitas pelaku usaha, serta membuka lebih banyak peluang bagi talenta Indonesia untuk terus berkarya dan berdaya saing.

Visitasi tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman serta Direktur Utama LLP-KUKM Kementerian UMKM Doddy Akhmadsyah Matondang.

Sumber : https://ekraf.go.id/news

banner 325x300