https://www.profitablecpmratenetwork.com/eujr14h1q?key=6d207e95cd5efe881a1c063cd21b2ed6

Wisata Kopi Jatian Kenongo Lumajang, Harmoni Antara Alam dan Harapan

Di tengah rimbunnya hutan jati di Lumajang, hadir destinasi baru yang menyatukan aroma kopi dengan kesejukan alam. Wisata Kopi Jatian Kenongo bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan simbol pariwisata berkelanjutan yang berpihak pada alam dan masyarakat desa.

Wisata Kopi Jatian Kenongo di Lumajang hadir dengan konsep berkelanjutan, memadukan keindahan hutan jati, aroma kopi, dan harapan bagi desa Foto: Kominfo Lumajang / anbiya
banner 120x600
banner 468x60

Lokaljawa, Lumajang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang kembali menghadirkan destinasi wisata berbasis alam dengan konsep berkelanjutan. Bupati Lumajang Indah Amperawati meresmikan Wisata Kopi Jatian Kenongo (KJK) yang berlokasi di kawasan Hutan Jati, Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit, Minggu (5/10/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Indah menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata harus berpijak pada prinsip kelestarian lingkungan. Ia menilai keberhasilan destinasi wisata tidak hanya diukur dari banyaknya pengunjung atau fasilitas megah, tetapi dari sejauh mana alam tetap terjaga dan dihormati.

banner 325x300

“Pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan. Justru kelestarian alam menjadi roh dari pariwisata berkelanjutan,” tegasnya.

Wisata Kopi Jatian Kenongo dikembangkan di tengah hutan jati yang masih alami, menghadirkan suasana damai sekaligus edukatif bagi pengunjung. Bupati mengingatkan agar pengelola dan wisatawan menjaga ekosistem dengan tidak membunyikan musik keras serta menghindari aktivitas yang berpotensi merusak flora dan fauna lokal.

“Hutan jati ini bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi rumah bagi berbagai jenis tanaman dan satwa. Menjaga keseimbangan alam adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Selain mengedepankan pelestarian lingkungan, Indah juga menyoroti potensi ekonomi desa melalui pengelolaan wisata berbasis masyarakat. Menurutnya, pariwisata alam yang dikelola secara bijak dapat menjadi sumber pendapatan desa tanpa merusak ekosistem yang ada.

“Jika alam rusak, wisata pun akan hilang. Maka pembangunan harus selaras dengan ekosistem, agar desa berdaya, ekonomi tumbuh, dan lingkungan tetap lestari,” ujarnya.

Peresmian destinasi ini menandai paradigma baru pariwisata Lumajang yang berorientasi pada keberlanjutan, pelestarian alam, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Indah juga berharap desa-desa lain dapat meniru langkah Kenongo dalam mengembangkan potensi lokal secara bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Wisata yang maju adalah wisata yang tidak merusak bumi. Mari kita jaga alam ini, agar generasi mendatang juga dapat menikmatinya,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kenongo, Slamet Triono, menyampaikan komitmen untuk menjaga kelestarian hutan jati sekaligus mengembangkan atraksi wisata berbasis kopi dan edukasi lingkungan.

“Kami ingin menjadikan KJK sebagai tempat belajar tentang harmoni antara manusia, alam, dan ekonomi desa,” ungkapnya.

sumber: Infopublik.id

banner 325x300