LokalJawa – DIY
IPalang Merah Indonesia (PMI) di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), baik tingkat kota maupun kabupaten, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah. Ajakan ini disampaikan menyusul kondisi stok darah yang saat ini membutuhkan perhatian dan dukungan bersama demi menjamin ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.
PMI mencatat bahwa kebutuhan darah di DIY terus meningkat, seiring dengan tingginya permintaan dari rumah sakit untuk penanganan pasien darurat, ibu melahirkan, penderita thalassemia, kanker, serta pasien dengan penyakit kronis lainnya. Sementara itu, jumlah pendonor belum sepenuhnya sebanding dengan kebutuhan harian yang ada.
“Setiap tetes darah sangat berarti dan dapat menyelamatkan nyawa. Kami mengajak masyarakat DIY yang memenuhi syarat kesehatan untuk datang dan mendonorkan darahnya di Unit Donor Darah (UDD) PMI terdekat,” ujar perwakilan PMI DIY.
PMI Kota Yogyakarta, PMI Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul secara rutin membuka layanan donor darah, baik di kantor UDD maupun melalui kegiatan donor darah keliling. Masyarakat diimbau untuk tidak menunggu kondisi darurat, karena ketersediaan darah harus selalu dijaga setiap saat.
Selain membantu sesama, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor, seperti membantu regenerasi sel darah, menjaga kesehatan jantung, serta menjadi sarana deteksi dini kondisi kesehatan melalui pemeriksaan sebelum donor.
PMI berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat, komunitas, instansi pemerintah, swasta, mahasiswa, dan organisasi kemasyarakatan untuk ikut menggelar maupun berpartisipasi dalam kegiatan donor darah secara rutin.
Mari bersama berbagi kepedulian dan kemanusiaan. Donor darah hari ini, selamatkan nyawa esok hari,” ungkap Herman yang melakukan donor darah di RS. Sardjito subuh ini Selasa, 16/12)2025 untuk kebutuhan pasien yang akan menjalani operasi.
















