LokalJawa -Yogyaka, 3 Mei 2026
Semangat kolaborasi dan penguatan budaya belajar masyarakat kembali digaungkan melalui kegiatan JBM Fest Umbulharjo: Dari Komunitas Tumbuh Perubahan yang diselenggarakan pada Minggu (3/5) di Pendopo Kemantren Umbulharjo.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat, komunitas, serta generasi muda dalam upaya menghidupkan kembali gerakan Jam Belajar Masyarakat (JBM).
Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah talk show bertema “Gen Z Join Volunteer dalam Upaya Penguatan Jam Belajar Masyarakat” yang menghadirkan Islamiatur Rohmah, S.H., seorang Creative Edupreneur sekaligus Miss Hijab Sosial DIY 2022 sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Islamiatur Rohmah menegaskan bahwa kerelawanan bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan ruang belajar yang sarat pengalaman dan nilai. “Volunteer adalah tempat kita bertumbuh, memberi dampak, sekaligus mengembangkan potensi diri,” ujarnya. Ia juga mengajak generasi muda untuk berani memulai tanpa harus menunggu sempurna. “Mulailah dari sekarang, dan bergabunglah dengan komunitas sesuai minat dan bakat,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Jawatan Sosial Kemantren Umbulharjo, Kuntoro Adiwibowo, A.Md., yang hadir mewakili Mantri Pamong Praja, menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung budaya belajar. Menurutnya, keberhasilan gerakan JBM tidak hanya bergantung pada komunitas atau lembaga, tetapi juga pada keterlibatan aktif keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Koordinator JBM Umbulharjo, Fajar Nur Rohmad, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi dalam menguatkan gerakan JBM berbasis Komunitas. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, dan diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan serta menjadi inspirasi bagi wilayah lain.
JBM Fest Umbulharjo bertujuan menghadirkan ruang belajar yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Sasaran kegiatan ini mencakup anak-anak, remaja, hingga masyarakat umum agar semakin sadar akan pentingnya budaya belajar dan semangat berbagi pengetahuan.
Kegiatan ini juga diramaikan oleh berbagai tenan komunitas seperti Mraen Mimpi, Pemuda Peduli Jogja, Sejajar Belajar, Trag Studio, Albadar Education Centre, Padepokan ASA, Rumah Baca RM Suryowinoto, serta Kampung Baca Giwangan. Kehadiran komunitas-komunitas tersebut menjadi ruang berbagi inspirasi sekaligus memperkenalkan program-program edukatif kepada masyarakat.
Selain itu, suasana semakin semarak dengan berbagai aktivitas interaktif seperti permainan tradisional bersama Mraen Mimpi, zona anak dengan kegiatan mewarnai wayang bersama Trag Studio, serta melukis bersama Sejajar Belajar. Terdapat pula gerakan donasi buku sebagai bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan literasi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Jam Belajar Masyarakat dapat terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan dalam menciptakan masyarakat yang gemar belajar, kreatif, dan berdaya.
















