LokalJawa – Jakarta
Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) menggelar seminar nasional bertajuk “Merajut Spiritualitas, Membongkar Sejarah Percandian Indonesia” di Aula Yayasan Sangha Theravada Indonesia, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi ruang dialog lintas agama, budaya, dan generasi dalam membangun kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga warisan budaya dan kelestarian lingkungan.
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Banthe Dhamosubho Mahatera, Joe Marbun, serta jurnalis PEWARNA Ashiong P. Munthe. Dalam kegiatan itu, para peserta diajak melihat kembali keterkaitan antara nilai spiritual, sejarah percandian Nusantara, dan tanggung jawab manusia terhadap alam.
Ketua Umum PEWARNA, Yusuf Mujiono, menegaskan bahwa warisan percandian bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan simbol peradaban yang mengajarkan harmoni antara manusia dan lingkungan. Menurutnya, menjaga situs budaya dan alam merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus spiritual.
Dalam paparannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa candi-candi Nusantara dibangun dengan memperhatikan keseimbangan alam dan lingkungan sekitar. Ia menilai nilai-nilai ekologis yang diwariskan leluhur perlu dihidupkan kembali di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin nyata.
Ia juga menekankan bahwa pelestarian kawasan percandian tidak cukup hanya dilakukan dari sisi arkeologi dan fisik bangunan, tetapi harus dipahami sebagai bagian dari ruang spiritual dan ekosistem kehidupan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Banthe Dhamosubho Mahatera menyebut keberadaan candi-candi Nusantara sebagai bukti tingginya peradaban leluhur bangsa. Menurutnya, peninggalan tersebut dapat menjadi sumber kebanggaan nasional sekaligus membawa manfaat sosial dan budaya apabila dikelola secara baik.
















